Tips Memandikan Ayam Sabung Dan Melatih Fisik

Tips Memandikan Ayam Sabung Dan Melatih Fisik

Tips Memandikan Ayam Sabung Dan Melatih FisikTips Memandikan Ayam Sabung Dan Melatih Fisik Bangkok

Tips Memandikan Ayam Sabung – Berbagai cara merawat ayam jago aduan terbaik digunakan oleh ayam bobotoh. Dimulai dengan pelatihan, memberikan pakan terbaik dan menjaga kebersihan dalam melawan ayam dan sekitarnya. Salah satu jenis perawatan yang akan dibahas Buanabet kali ini adalah mandi. Pemandian dilakukan oleh semua makhluk hidup, baik manusia maupun hewan. Nah, mandi tidak selalu membutuhkan air. Beberapa hewan perlu memandikan tubuhnya dengan lumpur untuk menghindari parasit kulit dan juga untuk menjaga suhu tubuh yang tepat.

Apalagi saat sabung ayam, Anda perlu memandikannya dengan benar. Karena jika anda melakukan kesalahan dalam memandikan ayam jago aduan, bisa diartikan bahwa ayam jago perang anda sudah habis dan cacat. Tidak membutuhkan lumpur, cukup siapkan air bersih untuk memandikan ayam aduan Anda.

Tata cara memandikan ayam aduan

  • -Bagian pertama yang perlu dibasahi dan dibersihkan adalah head, neck, tembolok.
  • -Kosongkan tenggorokan ayam jago tempur Anda agar tidak ada lendir yang bisa mengganggu pernapasan. Gunakan bulu ayam yang lembut untuk membersihkan lendir di tenggorokan ayam aduan favorit Anda.
  • -Kemudian setelah selesai, basahi tunggir / brutu dan tulang ayam aduan hingga bersih.
  • -Selain itu, jangan lupa untuk membersihkan bagian tubuh lainnya. berusahalah agar sayap ayam tdk terlalu basah
  • -Setelah seluruh bagian dibersihkan, keringkan dengan spons mandi ayam. Lap badan ayam lalu peras sponnya hingga airnya jernih.

Manfaat memandikan ayam

  • -Mengurangi stres dari ayam karena suhu rendah akan menyegarkan dan mengurangi ketegangan.
  • -Menghilangkan racun melalui pori-pori tubuh.
  • -Menenangkan otot yang sakit setelah pertandingan.
  • -Kelancaran saluran udara agar ayam aduan tidak mudah lelah saat pertandingan berlangsung.

Tips Melatih Fisik Ayam Bangkok

Tips Memandikan Ayam Sabung – Ayam Bangkok yang siap tempur biasanya berumur 7 bulan, hal ini dilihat dari semua bulu di sayap dan ekornya tumbuh sempurna atau tidak ada lagi bulu muda yang tersisa. Ayam dalam usia dan kondisi ini dapat dijemur selama 2 jam setiap hari. Sebelum menjemur ayam ada baiknya dimandikan terlebih dahulu untuk menurunkan suhu tubuh ayam.

Waktu menjemur ayam aduan Bangkok yang baik adalah pukul 09.00 hingga 23.00. Setelah 10 hari menjemur ditambah 2 jam lagi dari jam 09.00 sampai 13.00. Maksud menjemur ayam bangkok di bawah sinar matahari adalah untuk memperpanjang nafas ayam dan membakar lemak yang menumpuk di bawah kulitnya, dan ayam tidak boleh diberikan air selama menjemur. Setelah dijemur, ayam diistirahatkan di bawah pohon atau di tempat yang tidak terkena sinar matahari selama 15 menit kemudian diberi air untuk diminum. Agar ayam menjadi petarung yang tangguh, ia membutuhkan beberapa latihan untuk menjaga ototnya tetap kuat dan tahan terhadap benturan.

Melatih Ayam Bangkok Petarung

Ada beberapa latihan yang bisa Anda lakukan untuk mempersiapkan ayam Anda untuk petarung tangguh:

1. Berenang
Prinsipnya, semua ayam bisa berenang, meski ayam seringkali takut akan hal ini.

Latihan ini bisa dilakukan dengan cara memegang pangkal ekor ayam kemudian merendam ayam di dalam kolam atau bak air berukuran 2m x 2m. Hindari menyentuh kepala atau paruh ayam ke pinggir kolam karena akan merusak paruh ayam. Ayam direndam awalnya 30 menit kemudian untuk pelatihan renang, selanjutnya diperpanjang selama 30 menit sampai satu jam sampai ayam dapat bertahan hidup 2 jam berenang. Atau mungkin ayam direndam dulu 30 menit kemudian untuk senam renang selanjutnya ayam direndam sampai lelah, tergantung kekuatan ayamnya.

Waktu yang tepat untuk latihan renang adalah jam 6 pagi, setelah mandi ayam diistirahatkan, diberi makan dan dijemur sampai bulunya benar-benar kering, atau di bawah sinar matahari pada jam 11.00.

2. Melatih dengan Ayam Untulan
Ayam untalan adalah ayam pit pada ayam yang berpengalaman dengan cara membalut tajinya dan juga membalut paruhnya dengan lakban agar ayam tidak terluka. Latihan ini akan melelahkan ayam dengan cepat, karena pernapasan tidak lambat. Latihan ini cukup sampai sisir ayam menjadi hitam, dan lakukan seminggu dua atau tiga kali.

3. Menyediakan Kurungan Ganda

Ayam ditempatkan sebagai umpan dalam sangkar ganda (menggunakan 2 sangkar) dan ayam dilatih di luar sangkar. Ayam yang dilatih di luar kandang ini akan berlarian dan berlarian di sekitar kandang meninggalkannya selama 2 jam tergantung dari daya tahan ayam.

Bila memungkinkan, ayam yang digunakan sebagai umpan kandang adalah ayam agresif yang akan selalu menarik perhatian ayam yang dilatih di kandang.

Latihan ini dirancang untuk memperkuat otot-otot kaki ayam dan daya tahan tubuh ayam, serta akan membantu memperpanjang pernapasan ayam. Lakukan latihan ini pada jam 8 atau 9 pagi dan latihan di luar ruangan di bawah sinar matahari langsung.

4. Ayam Dilatih Pakai Ayunan
Buatlah ayunan tali menggunakan kayu atau bambu seukuran ibu jari, panjang 50 cm dan diikat di kedua ujungnya dengan ayunan. Ayam saus ditempatkan di atas ayunan bambu dan kemudian perlahan mulai diayun. Jari-jari ayam dengan kuat menahan ayunan buluh untuk keseimbangan dan akan bergoyang perlahan sampai ayam rata. Lakukan latihan ini di ruangan yang agak gelap agar tidak menakuti ayam, latihan ini bertujuan untuk memperkuat otot-otot kaki dan paha serta memperkuat grip ayam sehingga akan menambah beban pukulan.

Tips Memandikan Ayam Sabung Dan Melatih Fisik

5. Latih Tarung di Atas Pasir
Selain melatih ayam seperti di atas, mereka juga bisa dilatih adu pasir dengan cara membuat bak pasir berukuran 2 x 2 meter, lamanya latihan tergantung dari kekuatan ayam tersebut. Tujuan dari latihan ini adalah untuk memperkuat cengkeraman dan otot-otot kaki dan paha, misalnya seorang pemain bola yang sedang berlatih di pantai.

6. Latihan Beban pada Kaki Ayam
Berat beban yang diikat harus sesuaikan dengan kekuatan ayam, latihan ini untuk memperkuat pukulan ayam dan melatih kecepatan ayam, latihan ini disesuaikan dengan kekuatan ayam.

7. Latihan dengan Palang Kayu
Usahakan beri jarak kurang lebih 6 mx 12 m, di tengah-tengah lokasi terdapat gawang atau tiang setinggi 90 cm. Ayam tersebut kemudian ditabrak sehingga melompati gerbang atau gerbang yang telah disediakan. Latihan dilakukan setiap hari dengan 50 lompatan per tujuan. Cobalah untuk berlari dengan melompati gawang atau mistar. Begitu juga dengan olahraga lari gawang, yaitu berlari sambil melompati rintangan.

8. Latih Tanding
Latihan ini untuk menguji seberapa kuat keinginan ayam untuk bertarung. Maka, ayam tersebut dipukul dengan ayam berpengalaman dengan balutan taji dan paruh terbuka.

Baca juga : 5 Mitos Kejawen Bangkok Dan Mengawinkan Bangkok